Kredit Data: Daniel – B-Factory International Sales Manager
Transisi menuju kendaraan roda dua bertenaga listrik kini tengah menjadi sorotan global. Jika kita melihat sejarah perkembangan motor listrik di Vietnam, terdapat banyak pola menarik yang sangat mungkin terjadi di pasar Indonesia, termasuk di Yogyakarta yang mobilitas listriknya mulai menggeliat.
Awal Mula dan Kebangkitan Pasar Motor Listrik Vietnam
Pasar kendaraan roda dua listrik di Vietnam sebenarnya telah dimulai satu dekade sebelum masuknya VinFast. Pionir awalnya adalah merek HKbike (yang kemudian berganti nama menjadi PEGA), yang mulai memasuki pasar Hanoi sekitar tahun 2012. Pada tahun 2017, PEGA berhasil meluncurkan model pertamanya yang dilokalisasi secara penuh, dengan sekitar 85% komponen berasal dari dalam negeri. Di tahun yang sama, PEGA menjalin kemitraan dengan Bosch dan membangun jaringan yang mencapai sekitar 250 ruang pamer.
Gebrakan Inovasi dan Dominasi VinFast
Perubahan besar terjadi ketika VinFast didirikan pada tahun 2017 dan meluncurkan skuter listrik pertamanya, Klara, pada November 2018. Pada tahun 2020, VinFast berhasil mengambil alih kepemimpinan pasar dengan pangsa sebesar 43,4%. Momentum puncaknya terjadi pada rentang 2024-2025, di mana penjualan motor listrik VinFast meningkat sekitar lima kali lipat dari tahun ke tahun. Mereka sukses mencapai angka penjualan 406.453 unit pada tahun 2025.
Seri Evo yang berharga terjangkau menjadi primadona, terjual lebih dari 250.000 unit dan menyumbang hampir separuh dari total penjualan VinFast. Merek-merek domestik Vietnam secara kolektif menguasai sekitar 70% pasar roda dua listrik, membalikkan dominasi merek bensin yang selama ini dikuasai Honda dan Yamaha.
Infrastruktur dan Kebijakan Pemerintah
Pada bulan Juni 2026, VinFast telah memproduksi sepeda motor listrik kesatu jutanya, dan lini produk mereka telah berkembang menjadi hampir 15 keluarga model. Dari sisi infrastruktur, anak perusahaan energi VinFast, V-Green, menargetkan pembangunan hingga 150.000 stasiun penukaran baterai di seluruh negeri dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
Pemerintah Vietnam juga memberikan dorongan besar melalui kebijakan yang ketat; misalnya, Hanoi berencana untuk melarang sepeda motor berbahan bakar fosil di area tertentu mulai Juli 2026. Kementerian Transportasi juga menetapkan target nasional untuk mengalihkan 22% sepeda motor ke tenaga listrik pada tahun 2030.
Potensi Motor Listrik di Indonesia dan Yogyakarta
Melihat perjalanan di Vietnam, transisi ekosistem roda dua di Indonesia menunjukkan sinyal yang serupa. Konsumen mulai beralih secara masif ketika tersedia model dengan daya tahan tinggi namun berharga terjangkau, seperti halnya strategi peluncuran seri Evo di Vietnam.
Kehadiran infrastruktur stasiun penukaran baterai, seperti ekspansi agresif jaringan V-Green, menjadi tulang punggung kenyamanan berkendara sehari-hari. Seiring dengan meluasnya layanan ini dari kota-kota metropolitan hingga ke pusat pertumbuhan seperti Yogyakarta, serta edukasi mengenai daya tahan baterai LFP, ekosistem motor listrik lokal bersiap untuk memasuki fase adopsi massal.
Dukungan arah kebijakan yang berpihak pada energi bersih kelak akan menjadi katalis utama yang bisa membuat revolusi hijau di Indonesia, termasuk di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, terakselerasi dengan pesat.
Ingin Rasakan Motor Listrik VinFast di Jogja?
Jika tren global ini membuat Anda penasaran, saatnya membuktikannya sendiri. VinFast Jogja siap membantu Anda mengenal lebih dekat motor listrik VinFast, mulai dari konsultasi produk, simulasi cicilan, hingga jadwal test drive di area Sleman, Yogyakarta, dan sekitarnya.
Hubungi tim sales VinFast Jogja sekarang untuk konsultasi gratis dan jadwalkan test drive Anda.

